Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orangMasih teringat satu perkataan seseorang tadi pagi. ”Itu cape dicari-cari” ketusnya atas jawabanku bahwa aku cape berupaya menjelaskan lagi kalau koneksi internetku memang selalu terputus—atas gangguan perbaikan jaringan kabel optik bawah laut bagi pengguna kabel optik (informasi yang kudapat kemudian).
Ditambah kondisi tubuh bersifat bulanan yang juga tak mau diajak kompromi, ikut memicu emosiku menjadi tidak stabil. Sempurnalah kekesalanku. Masih pagi aku sudah mengalami bad mood. Aku kesal harus berbasa-basi menjelaskan namun tak diapresiasi.
Namun dalam diam, ada satu perkataan melintas dipikiranku ”Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.” Hayaa..segera aku tersadar. Iya ya..mengapa aku harus marah atau kesal. Tak layak aku melampiaskan kekesalanku ini pada siapapun. Jadi masih bergantung padaku untuk menjadi lebih baik. Ada banyak alasan yang mampu memicu kemarahan atau kekesalan. Tapi kendali ada di tangan kita sendiri. Adakalanya kekesalan cukup ditelan saja bukan diumbar, karena pasti akan ada jalan keluar. Hanya soal waktu, karena ia akan mencari jalan penyelesaiannya sendiri. Be calm dear.....be still...Lets continue life.....life is so great..we have to celebrate it today, dont ruin it....

4 comments:
Biasanya kalo gue cape kayak gitu langsung main banting aje..pokoknya apa yg didepan gw gue sikat dan banting ...hehe tapi eiitt usahakan yg dibanting itu jangan barang yg bisa pecah melainkan pilih saja Buku,bantal guling dan sejenisnya...hehehe
Hidup berdamai dgn org lain memang begitu indah dilihat, tapi begitu banyak makan hati atau menjengkeeeeelkan, Berarti Tuhan Yesus sering makan hati tuch ..sebab setiap harinya Dia harus berdamai dgn kita2 yg b'dosa ini.
Tetapi betapun marahnya kita jika tiba2 didalam hati atau pikiran kita ada terbisik kata "Yesus" maka kita jadi tersadar, karena kita dipaksa untuk mengingat apa yg diFirmankanNya sehingga beberapa detik ada pergumulan dihati kita yg akhirnya Emosi kita bisa Redah.
Disisi yang lain :
Sebaliknya kitapun sering sebagai oknum yg menjengkelkan ditambah lagi keras kelapa namun org lain itu begitu sabar dan tdk emosi menghadapi kita ,sesungguhya org itu pada posisi makan hati dimana dirinya merasa tercundangi ...namun setelah redah kita sendiri yg menjadi malu dan kita malah senang dgn org lain itu ,sehingga esoknya kita cenderung lebih memilih berdamai dan bersahaja.
Akhirnya berdamai dgn org laen merupakan berkat yg luar biasa bagi org lain dan hasilnya tidak akan sebanding dgn pengorbanan yg makan hati itu.
Thanks bro..
love to read your comment.
Iya tuh, kita seringkali cuma mikir kekesalan kita, tanpa sadar mungkin kita juga seringkali sudah mengesalkan hati orang lain juga.
Semoga hari lepas hari kita menjadi semakin lebih baik, lebih wise.
God bless
Kak..
Setuju banget dengan ayat tsb..
Semuanya tergantung sama kita..
beberapa detik pertama pasti kita akan terpengaruh, tapi detik2 berikutnya, kitalah yang harus "mempengaruhi".
Jadi saat detik2 pertama itu, yang bisa kita lakukan adalah diam, sambil menata hati supaya tidak mengatakan or melakukan sesuatu yang akan kita sesali nantinya..
Well.. thats not easy.. kadang2 sisi kemanusiaan kita timbul sehingga langsung bereaksi..
Tks dah bagiin ini lewat blog, ngingetin aku juga utk selalu hidup berdamai dg semua orang, walaupun terkadang makan hati :-)
Dan juga utk tetap menjaga hati, menjaga diri, menjaga ucap, menjaga sikap.. supaya orang lain pun mau hidup berdamai dg aku..
Good DAy..
JESUS BLESS
/yl
I could understand what u mean. Its all up to you.
Peace lah...jangan terpengaruh. Be yourself my dear.
Love
Post a Comment