Whatever happen in my LIFE.......... GOD please help me to remember that nothing happen in this world that we can not handle TOGETHER

Sunday, January 27, 2008

Sang Presiden

Hari ini, Minggu 27 Januari 2008 sekitar pukul 13.15 aku dan Yuyun baru saja beranjak keluar dari Menteng, berkendaraan melewati jalan Teuku Umar dan mengelilingi taman Suropati menuju ke jalan Kuningan. Sepanjang jalan kami terheran-heran melihat banyaknya polisi yang berjaga-jaga, hampir di setiap perempatan jalan. ”Ada apa ya Yun, kok banyak polisi hari ini di jalanan” tanyaku masgul. Aku memang selalu tak senang melihat aparat keamanan terlalu banyak muncul di ruang publik terbuka, terlebih jika mengenakan senjata. Bagiku itu menyiratkan keadaan yang tidak aman. Namun, sambil mesem Yuyun tangkas menjawab: “ Ya biasalah Ka, ini kan sudah tanggal tua”.


Sore hari, di rumah, baru menyadari ternyata banyaknya polisi di jalan tadi adalah karena alasan lain. Pak Harto meninggal. Sang mantan presiden RI yang berkuasa selama 32 tahun akhirnya menutup buku kehidupannya di usia 86, tepatnya pukul 13.10 WIB. Terjawab sudah keheranan tadi. Ternyata polisi-polisi itu sedang mengamankan jalan untuk membawa jenazah ke Cendana Menteng. Beruntunglah kami sempat melintasi jalan-jalan tersebut sebelum akhirnya ditutup selama beberapa waktu.


Setiba di rumah, aku segera mengirim sms pada Yuyun ”Yun, seharusnya tadi kita sempatkan mampir ke Cendana karena ternyata Babe yang meninggal”. Meneruskan guyon, Yuyun menimpali: ”Kakak lihat tidak, tadi ada ambulance yang parkirnya berpindah-pindah terus. Soalnya mereka itu sedang bingung mau dilewatkan dari mana, takut ga aman. Tadi aku sudah bilang kok sama Mba Tutut, lewat mana sajalah Mba, wong Bapak sudah meninggal. Jadi lewat mana-mana ya bisa..... gak akan ada kok yang mau coba bunuh.”

Semprul, sambil mesem aku melanjutkan melihat berita TV yang dipenuhi dengan ulasan dan laporan kematian Sang (mantan) presiden.

No comments: